RPRA (Resources/Potential Range Analysis) MGEI, Balikpapan 2015

RPRA (Resources/Potential Range Analysis) MGEI, Balikpapan 2015

Dalam rangkaian Annual Convention MGEI 2015, pada Jumat-Sabtu 2-3 Oktober 2015, MGEI menyelenggarakan workshop 2 hari bertajuk Resource/Potential Range Analysis (RPRA). Workshop ini dihadiri oleh sejumlah 10 orang industrialis dari perusahaan pertambangan berbagai komoditas, yaitu nikel, batubara, dan emas. Tercatat peserta berasal dari KPC, Agincourt, Buena Persada, Pamapersada, Aneka Tambang, dan Berau Coal. Ada juga dua orang peserta dari Student Volunteer mahasiswa geologi Universitas Mulawarman.

Narasumber dari workshop ini adalah Noel Pranoto,  professional  geos praktisi coal yg tinggal dan bekerja  di Brisbane, Australia dan STJ Budi Santoso, seorang GM Greenfield Exploration PT J-Resources Nusantara.

RPRA sebenarnya adalah proses formal yang digunakan oleh perusahaan seperti BHP Billiton yg menggunakan metode tersebut untuk mengestimasi potensi mineralisasi, termasuk batubara disini. RPRA pada dasarnya adalah sebuah workshop pendahuluan yang dihadiri oleh beragam orang dari disiplin berbeda, seperti geologist, engineer, finance analyst, dan lain-lain untuk memutuskan states of knowledge, termasuk fakta, interpretasi, asumsi, dan termasuk apa yang tidak diketahui guna mencapai tujuan skup RPRA.

Di hari pertama, peserta melahap materi dasar yang diuraikan dengan jelas oleh narasumber. Pemberian materi tersebut disertai juga dengan studi kasus ringan, baik untuk komoditas batubara maupun mineral, dan dilanjutkan presentasi peserta.

Di hari kedua, peserta dikhususkan melakukan simulasi latihan melakukan RPRA dari awal hingga akhir. Peserta diberikan data-data geologi dan diwajibkan menyusun sebuah RPRA berskup mineral inventory. Pada pagi hingga siang, komoditas yang dibahas adalah batubara, sedangkan siang hingga sorenya, komoditas emas dibahas. Prinsip RPRA keduanya tidak jauh berbeda, hanya berbeda dalam parameter geologi di dalam state of knowledge-nya, yang menentukan nantinya ke dalam penyusunan influence diagram dan deterministic case. Di ujung RPRA, peserta dibantu narasumber melakukan pengeplotan ke dalam kurva distribusi probabilitas.

Teknik yang relatif belum banyak digunakan di kalangan industri pertambangan di Indonesia ini dinilai sangat relevan untuk diterapkan ke depannya. Selain untuk dapat menyajikan data dengan lebih gambling, resiko pun dapat dikelola sedari awal untuk para stakeholder di perusahaan.

Tags: